AS Catat Kematian Kedua akibat Cacar Monyet; Virus dapat Sebabkan Peradangan Otak

58

Amerika Serikat mencatat kematian kedua akibat penyakit cacar monyet pada Selasa (13/9). Saat yang sama, otoritas kesehatan menerbitkan sebuah penelitian yang menggambarkan bagaimana dua pria muda yang sebelumnya sehat, kini mengalami peradangan otak dan gangguan pada saraf belakang akibat virus tersebut.

Kini ditemukan hampir 22.000 kasus cacar monyet di tengah wabah penyakit tersebut yang mulai menyebar ke seluruh dunia pada Mei lalu. Namun, jumlah kasus baru telah menurun sejak pertengahan Agustus, karena pihak telah membagikan ratusan ribu dosis vaksin.

Kasus fatal terbaru melibatkan seorang penduduk Los Angeles County dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah. Ia dirawat di rumah sakit, kata departemen kesehatan setempat tanpa menjelaskan lebih lanjut.

“Orang dengan gangguan kekebalan parah yang diduga menderita penyakit perawatan perawatan lebih dari perawatan awal dan perawatan tetap berada di bawah perawatan mereka,” kata departemen itu.

Kematian pertama di AS terkait dengan penyakit yang terjadi di Texas dan diumumkan pada 30 Agustus. Meskipun pihak menyatakan bahwa kematian itu disebabkan karena korban gangguan kekebalan yang parah, mereka menyadari peran apa yang dimainkan oleh cacar monyet dalam menyebabkan kematian pada sang korban.

Wabah cacar secara umum di seluruh dunia terjadi di seluruh dunia kalangan pria yang berhubungan seks dengan sesama jenis. Secara historis, virus menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh dan tetesan pernapasan, dan kadang-kadang melalui pencemaran tidak langsung seperti tidur di tempat tidur yang sama.

Namun pada wabah kali ini, penemuan awal yang menunjukkan bahwa penularan melalui hubungan seksual juga berperan dalam penyebaran cacar monyet.

Sementara itu, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menerbitkan laporan yang bahwa dua pria berusia 30-an tahun yang belum divaksinasi menderita peradangan otak dan gangguan saraf setelah terinfeksi virus tersebut.

Salah satu pasien, yang disebut sebagai pasien A, adalah pria homoseksual nomor 30-an tahun yang berasal dari Colorado. Gejala yang timbul ketika terinfeksi oleh virus tersebut adalah demam yang demam dan tidak enak badan. Lalu sejumlah ruam muncul di wajah, skrotum, kaki serta tangan dari pasien tersebut. Hasil swab dari luka yang ia derita menunjukkan bahwa ia positif terjangkit virus cacar monyet.

Lalu, sang pasien mengalami kelelahan yang luar biasa dan mati rasa. Laporan juga menyebutkan bahwa sang pasien tidak mampu untuk buang air kecil dan selalu merasakan sakit ketika ereksi. Ia lalu menjalani perawatan di rumah sakit.

Hasil tes MRI menunjukkan bahwa pasien tersebut menderita peradangan otak dan gangguan pada saraf belakang. Ia lalu diberi pengobatan antivirus oral Tecovirimat dan juga sejumlah obat-obatan lainnya. Kondisi kemudian membaik dalam waktu dua minggu.

Ia lalu dibolehkan untuk pulang dari rumah sakit namun ia dapat menggerakkan kaki kirinya dan memerlukan alat bantu untuk berjalan selama satu bulan. [ps/rs]

Comments are closed.