Polisi Karachi Selidiki Ayah yang Membakar Anaknya karena Tak Buat PR

0 20

Ibu dari seorang anak laki-laki yang berusia 14 tahun, yang dibakar oleh suaminya hidup-hidup karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR), mengatakan suaminya harus memutuskan tindakan yang ia lakukan terhadap anak mereka.

Shazia Parveen ingat bagaimana pengaruhnya dalam keadaan terbakar, dan berteriak tolong.

Ketika saya masuk ke kamar, anak saya sudah terbakar. Tetapi ia tidak berkata apa-apa. Saya berteriak, selamatkan anak saya, anak saya terbakar! Barang-barang lain pun terbakar. Saya melihat seolah-akan seluruh ruangan terbakar. Saya terus berteriak hingga pingsan.”

Sambil menangis tersedu sedan, Shazia mengatakan “ayahnya harus dihukum! Siapa pun yang melakukan hal seperti ini harus dihukum.”

Insiden itu terjadi pada September lalu.

Putranya, Shaheer Parveen, meninggal di rumah sakit setelah mendapat perawat selama dua hari.

Ayah bocah itu, Nazir Khan, ditangkap dan ditahan untuk kepentingan penyelidikan.

Saudara laki-laki Shaheer, Shahzain, mengatakan ayahnya marah ketika mendengar Shaheer bermain layang-layang dan tidak mengerjakan PR.

“Ayah bangun dan mencari sesuatu, ” ia menambahkan, “setelah beberapa saat ia menemukan minyak tanah, dan (lalu) membakar Shaheer.” [em/jm]

Leave A Reply

Your email address will not be published.