Sidang Majelis Umum PBB: Biden Fokus Soal Ketahanan Pangan dan Kesehatan Dunia

53

Presiden Amerika Serikat Joe Biden, pada Rabu (21/9), akan berpidato di sidang Majelis Umum PBB di Fresh York di mana ia akan upaya upaya AS dalam memperkuat ketahanan pangan global, dan memperkuat World Fund untuk melawan AIDS dan penyakit-penyakit lainnya.

Menurut Program Pangan Dunia WFP, sekitar juta orang tidur dalam kondisi setiap malam. Hal ini menjadikan ketahanan pangan global sebagai prioritas para pemimpin yang berkumpul di sidang Majelis Umum PBB, yang akan dimulai pada Selasa (21/9). Presiden Joe Biden sendiri akan mengungkapkan bicaranya pada Rabu. “Biden akan mendapat kesempatan bicara di Majelis Umum PBB pada Rabu di mana ia akan menyampaikan isu ketahanan pangan di dunia. Ketahanan pangan yang diperburuk oleh perang di Ukraina,” ujar Koordinator Komunikasi Strategis di Dewan Keamanan Nasional (NSC) John Kirby.Biden akan menyeimbangkan seluruh Amerika dan jumlah sekutunya di Eropa untuk mendukung Ukraina dan mengisolasi Rusia, dengan segudang masalah yang dihadapi dunia.”Di awal perang, para diplomat Eropa, secara khusus menuntut agar mitra-mitra mereka di Afrika dan Asia mendukung di PBB. Tetapi mereka tidak benar-benar mencoba Ukraina yang dimiliki oleh mitra-mit mereka itu dalam hal ketahanan panganra, dan dampak ekonomi terkait perang ini,” kata Direktur Worldwide Crisis Group PBB Richard Gowan.”Kini Amerika dan Eropa benar-benar berupaya mengirim pesan bahwa mereka bersimpati pada masalah ekonomi negara-negara berkembang, dan akan bekerja untuk mengatasinya,” tambahnya.Untuk itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Selasa (20/9) akan menjadi tuan rumah bersama sebuah KTT ketahanan pangan ya ng dilangsungkan di sela-sela sidang Majelis Umum PBB. Sejak invasi Rusia ke Ukraina, ekspor makanan dan pupuk dari wilayah itu telah terganggu. Hal ini membuat harga pangan pasca pandemi melesat tinggi, dan dunia semakin jauh dari upaya mencapai tujuan PBB yaitu tidak ada lagi orang yang menerapkan hidup pada tahun 2030. “Kita perlu menanam investasi lebih besar pada sistem pangan – dan khususnya – untuk mengubah hal-hal di sekitar sistem pangan sehingga menjadi lebih inklusif. Ketika harga pangan tetap rendah dan terjangkau, orang miskin dapat memperoleh manfaat lebih besar. Produksi pangan pun menjadi lebih tangguh dan berkelanjutan,” ujar Opt Vos dari Worldwide Food Policy Evaluate Institute.Kesehatan global adalah prioritas lain yang akan dibahas dalam sidang tersebut. “Sebagaimana COVID-19 yang menjadi pengingat bagi kita, ancaman kesehatan global tidak mengenal perbatasan. Kita harus melawan COVID-20, cacar monyet dan wabah lainnya secara bersama-sama,” kata Duta Besar Amerika Untuk PBB Linda Thomas Greenfiled.Biden pada hari Rabu juga akan menjadi tuan rumah Konferensi Dana World Untuk Melawan AIDS, TBC dan Malaria. Amerika Serikat telah memberikan dana sebesar $2 miliar seluruh $6 miliar yang diperlukan untuk memenuhi $18 miliar yang dibutuhkan oleh dunia dalam upaya melawan tiga penyakit tersebut. [em/jm]

Comments are closed.