• Home
  • Anies ingatkan dokter beri awam pencerahan di tengah maraknya hoaks
Anies ingatkan dokter beri awam pencerahan di tengah maraknya hoaks

Anies ingatkan dokter beri awam pencerahan di tengah maraknya hoaks

Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan dokter dan tenaga medis lainnya harus mampu melakukan komunikasi dengan masyarakat umum sehingga mereka bisa mendapatkan pencerahan di tengah gempuran informasi palsu atau hoaks mengenai isu kesehatan.

“Pandemi memberikan hikmah yang kecil dari kita semua, dalam menghadapi situasi pandemi, minim pengetahuan. Untuk itu, saya mengusulkan untuk berkomunikasi porsi yang harus dimiliki oleh mereka yang berada di dalam dunia medis,” ujar Anies saat pembukaan Konferensi Asosiasi Dokter Medis Sedunia (World Medical Association/WMA) di Jakarta, Senin.

“Para dokter ini harus menjawab pertanyaan awam, berurusan dengan masyarakat umum, berurusan dengan hoaks, dan mereka harus menyampaikan (edukasi) di dalam segala macam pertemuan baik itu pertemuan fisik maupun digital,” sambungnya.

Baca juga: IDI tekankan pentingnya memperkuat kode etik kedokteran

Dia pun melanjutkan, penting bagi dokter untuk menyampaikan edukasi-edukasi terkait dengan ilmu kedokteran dalam bahasa yang mudah dijangkau oleh masyarakat awam.

Pada kesempatan tersebut, Anies juga mengapresiasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) atas penyelenggaraan Konferensi WMA di Jakarta yang berlangsung pada 4-5 Juli .

“Saya menyampaikan terima kasih kepada IDI yang telah memfasilitasi para dokter di seluruh dunia untuk mengadakan pertemuan di Jakarta,” kata Anies.

“Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada para dokter di seluruh dunia yang tergabung dengan WMA karena telah menjadi garda terdepan dalam mengedukasi publik, serta garda pertahanan terakhir untuk menyelamatkan nyawa selamat pandemi COVID- dalam dua tahun terakhir,” lanjut dia .

Konferensi WMA merupakan konferensi dunia yang digelar setiap tahun. Tahun ini, IDI dipercaya menjadi panitia penyelenggara.

Sebagai pembuka konferensi, IDI dan WMA menggelar simposium bertema “Bagaimana Perhimpunan Dokter Indonesia (Ikatan Dokter Indonesia) dan Organisasi Kesehatan Dunia Menstandarkan Etika dan Profesionalisme Kedokteran” yang membahas kode etik kedokteran masa kini.

Baca juga: Anies apresiasi langkah cepat Kementan menyiapkan pangan jelang Idul Adha

Baca juga: Anies menangi adu layangan lawan kampiun dunia dari Indonesia

Baca juga: Anies dan Ridwan Kamil dorong anak muda aktif di G

Pewarta: Suci Nurhaliza
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
HAK CIPTA © ANTARA 2022

Leave A Comment