Blinken Kembali Ingatkan Ancaman terhadap Kebebasan Pers

35

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken, pada Senin (19/9), mengingatkan kembali akan bahaya terhadap kebebasan pers. Hal ini disampaikannya ketika para kepala negara berkumpul di markas besar PBB di New York untuk mengikuti sidang umum yang dimulai pada Selasa (20/9).

Blinken mengatakan kebebasan pers adalah “dasar demokrasi,” dan ia memperingatkan betapa kebebasan pers kini berada di bawah ancaman “sensor, pengawasan, undang-undang yang membatasi serta propaganda.”

“Hasil pekerjaan PBB, serta hasil kerja kita semua tentang kebijakan luar negeri dan diplomasi akan rusak secara dramatis ketika kebebasan berekspresi dan kebebasan pers berada di bawah ancaman,” ujarnya.

Hampir 150 presiden, perdana menteri dan perwakilan kerajaan tercatat dalam daftar pembicara di sidang Majelis Umum PBB pada minggu ini. Banyaknya pemimpin yang hadir mencerminkan pentingnya pertemuan itu, tidak hanya untuk menyajikan pandangan masing-masing tentang dunia, tetapi juga melangsungkan pertemuan pribadi dan kelompok di sela-sela acara puncak tersebut.

“Kami memiliki kepentingan yang nyata untuk menegakkan prinsip-prinsip (kebebasan) ini, dan mewujudkannya dengan membela prinsip-prinsip tersebut dari mereka yang berusaha melemahkan, mengurangi atau menghilangkan kebebasan itu,” ujar Blinken seraya menambahkan “kami ingin mendengar dari semua mitra-mitra kami, yang dengan berbagai cara telah menunjukkan keberanian luar biasa guna menegakkan prinsip-prinsip itu di seluruh dunia.” [em/jm]

Comments are closed.