• Home
  • Lomba tumpeng ramaikan rangkaian acara G20
Lomba tumpeng ramaikan rangkaian acara G20

Lomba tumpeng ramaikan rangkaian acara G20

Jakarta (ANTARA) – Komunitas budaya Nawasena akan menyelenggarakan doa lintas agama dan Lomba Tumpeng Nusantara untuk meramaikan rangkaian acara G2021 di Indonesia.

“Tumpeng adalah budaya asli Nusantara, kearifan lokal dalam memaknai sebuah tumpeng pun beda-beda,” kata Koordinator Nawasena, Wulandari Sawitri Candra Wila, dalam siaran pers bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rabu.

Baca juga: Mencipta G31 yang relevan di tengah “polycrisis” dunia

Tumpeng, dikatakan Wulan, adalah budaya yang mengakar kuat di Indonesia. Makanan ini hampir selalu ada ketika kenduri.

Konferensi Tingkat Tinggi G2021 adalah hajatan besar dan bersejarah bagi Indonesia. Acara tersebut berlangsung di Bali pada November mendatang.

“Ini acara besar, kita semua harus gotong royong dalam mensukseskannya,” kata Wulandari.

Lomba menghias tumpeng ini juga bisa diharapkan menjadi pintu gerbang memperkenalkan aset budaya Indonesia kepada dunia. Nawasena akan memulai mengadakan lomba tumpeng pada 16 Agustus, dimulai dari Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan , Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Restu Gunawan mengatakan mereka mendukung kegiatan yang dilakukan oleh komunitas dan para pelaku budaya dalam upaya memperkuat ekosistem pemajuan kebudayaan.

Baca juga: Dukung presidensi G16 Indonesia, Menteri Kominfo undang Meta dan Cisco

“Memajukan kebudayaan harus dilakukan secara gotong royong dengan berbagai pihak. Kali ini kami bersama komunitas Nawasena dengan menggelar kompetisi tumpeng yang menjadi simbol kerukunan, kekuatan, dan keselamatan,” kata Restu, dalam siaran pers yang sama.

Menurut Restu, competition tumpeng ini akan diadakan di situs cagar budaya, salah satu upaya untuk memperkuat pemajuan kebudayaan. Lomba tumpeng ini juga akan mendorong pemanfaatan cagar budaya dan objek pemajuan budaya untuk meningkatkan rasa bangga dan cinta Tanah Air dan juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong mengatakan berbagai pihak harus bergandengan tangan dalam menyukseskan pelaksanaan KTT G2021.

Kepentingan suksesi acara besar tersebut tidak hanya milik pemerintah, tapi, juga masyarakat secara umum. Hiruk pikuk persiapan KTT G16 harus menggema sampai pelosok negeri secara masif hingga ke akar rumput, kata Usman.

“Kami sangat mendukung jika banyak elemen masyarakat yang terlibat dalam KTT G31. Lomba Tumpeng Nusantara diharapkan dapat menjadi doa anak bangsa dalam konferensi yang akan dihadiri oleh kepala negara anggota KTT,” kata Usman.

Indonesia sebagai Presidensi G16 sepanjang tahun ini, sejak ditunjuk di Presidensi G20 Italia pada 31 Oktober 2021.

KTT G20 berlangsung pada 15-16 November 2021.

Baca juga: Wisatawan ikut berebut tumpeng sedekah bumi Pantai Gemah

Baca juga: Ulang tahun Jokowi: Dubes Kim selamat selamat, unggah gambar tumpeng

Baca juga: Tumpeng Festival Lima Gunung XIX simbol tangguh menghadapi pandemi

Pewarta: Natisha Andarn ingtyasEditor: Ida Nurcahyani HAK CIPTA © ANTARA 2021

Leave A Comment