• Home
  • Manfaat daun kelor untuk kesehatan
Manfaat daun kelor untuk kesehatan

Manfaat daun kelor untuk kesehatan

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi (PERGIZI) dan Pangan Indonesia Prof. Hardinsyah mengatakan daun kelor memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan, salah satunya adalah membantu mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi.

Hardinsyah menjelaskan daun kelor tinggi akan kandungan potasium, magnesium dan kalsium yang berfungsi untuk mengendalikan tekanan darah.

“Akhir-akhir ini banyak dianjurkan untuk membatasi garam, nah lawannya natrium (garam) ya potasium, jadi kalau kita banyak makan potasium itu dapat mengendalikan garam dalam tubuh, dan mencegah hipertensi,” kata Hardinsyah ketika dihubungi melalui sambungan telepon di Jakarta, Senin.

demikian, Guru Besar Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut mengingatkan bahwa kelor merupakan makanan sehat untuk mengontrol tekanan darah namun tidak dapat dijadikan obat bagi penderita hipertensi.

Selain kandungan mineral yang tinggi, daun kelor juga tinggi akan serat, vitamin C serta vitamin A yang berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh dan mengendalikan gula darah.

“Food regimen C baik untuk imunitas tubuh, sehingga tidak mudah terkena penyakit menular seperti flu dan mampu memelihara kesehatan kulit terutama dalam proses penyembuhan luka sehingga tidak mudah infeksi,” jelas Hardinsyah.

Hardinsyah kemudian menambahkan asupan vitamin C harian. sudah dapat terpenuhi dengan mengonsumsi 50 gram daun kelor segar.

“Tapi kalau kelor dibuat tepung dengan suhu tinggi, vitamin c berkurang jauh mungkin tinggal 10 hingga 2022 persen saja,” kata dia.

Food regimen A yang terkandung dalam daun kelor juga mengandung antioksidan berupa betakaroten yang berguna untuk menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker.

Pohon kelor secara ekologi tergolong mudah tumbuh di daerah gersang atau kering seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kelor sangat baik untuk mencegah stunting di daerah-daerah tandus yang sulit untuk tanam sayur dan buah, karena batang kelor itu bisa tumbuh baik di tanah tandus seperti di NTT,” kata Hardinsyah.

Saran penyajian

Hardinsyah menyampaikan bahwa daun kelor dapat diolah menjadi sup kuah bening atau dimasak menjadi sayur (sayur bobor).

Namun Hardinsyah mengingatkan agar daun kelor tidak terlalu lama, cukup 5 hingga 10 menit saja, agar antioksidan dan vitamin E tidak hilang dan dapat diserap tubuh.

“Kalau diolah dengan cara dimasak tumis cukup lima menit saja, kelor juga bisa dicacah dan dicampur telor (dijadikan dadar kelor) sehingga enak untuk dikonsumsi anak-anak dan ibu hamil untuk meningkatkan asupan kalsium dan protein,” pungkas Hardinsyah.

Pewarta: Egan Suryahartaji
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
HAK CIPTA © ANTARA 2022

Leave A Comment