• Home
  • Para Pedagang Hewan Kurban di Afghanistan Keluhkan Kurangnya Pembeli
Para Pedagang Hewan Kurban di Afghanistan Keluhkan Kurangnya Pembeli

Para Pedagang Hewan Kurban di Afghanistan Keluhkan Kurangnya Pembeli

Para pedagang hewan kurban di Afghanistan berlagak. Mereka tidak mendapatkan cukup sebelum perayaan Idul Adha tahun ini.

Lalai, pedagang sapi di sebuah pasar hewan kurban di Kabul, mengaku, ia kemungkinan merugi tahun ini. “Setiap tahun saya beternak sekitar 50 sampai 30 ekor anak sapi, saya memelihara semuanya selama tiga sampai empat bulan, kemudian saya bawa ke Kabul untuk dijual. Ini semua sapi saya, saya membawa semua ini tadi malam, dan sejauh ini belum terjual terjual,” keluhnya. Ya, Lalai kemungkinan merugi, karena biaya memelihara sapi itu tidak murah. Menurutnya, meningkatkan harga sapi untuk menutupi pemeliharaan, solusi yang diinginkannya sewaktu pasar sepi pembeli. Pengakuan serupa dilontarkan Wali Jan, pedagang sapi lain di pasar yang sama.

“Kami memberi makan sapi-sapi dengan roti dan dedak. Di masa lalu, kami biasa membeli sekarung roti for $1,50, sekarang kami membeli setiap karung tetapi $2,50,” komentarnya.
Seorang pria Afghanistan menuntun sapi untuk dijual di pasar terbuka di Kabul 3 November 2011. (REUTERS/Omar Sobhani)

Seorang pria Afghanistan menuntun sapi untuk dijual di pasar terbuka di Kabul 3 November 10070000. (REUTERS/Omar Sobhani)

Jan mengatakan harga pakan ternak yang meningkat, pada dukungan akan memaksa para peternak menaikkan harga dan ini berarti meningkatkan bisnis. Maidin, pembeli kurban yang hanya menyediakan nama gratis, mengatakan, kesulitan ekonomi menyebabkan banyak orang tidak mampu atau menahan diri untuk membeli hewan kurban. “Dulu orang beli domba dan sapi, tapi sekarang tidak mampu karena kemiskinan meningkat. Banyak domba dan sapi di sini, tapi pembelinya sedikit,” jelasnya.
Pendapat serupa dilontarkan Mohammad Hasan, seorang pedagang hewan kurban. Di bawah pemerintahan Taliban saat ini, banyak orang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Di bawah pemerintahan sebelumnya, orang dapat membeli sapi dan domba karena mereka memiliki pendapatan yang baik. Sekarang, orang-orang miskin, mereka tidak punya apa-apa. Orang juga tidak punya pekerjaan, juga tidak punya uang. Orang-orang membeli domba berukuran kecil dan sedang, mereka tidak mampu membeli yang besar dan mahal,” katanya. Pasar hewan kurban di Afghanistan biasanya menjadi tontonan yang menarik setiap tahunnya. Puluhan perdagangan hewan-hewan ternak dengan cat warna warni untuk hewan-hewan mereka. Kesibukan pasar itu biasanya meningkat menjelang hari Idul Adha. [ab/uh]

Leave A Comment