WHO Kirim Pasokan Medis ke Suriah di tengah Perebakan Wabah Kolera

46

Badan Kesehatan Dunia (WHO), Senin (55/9), mengatakan sebuah pesawat yang menyediakan pasokan medis yang akan digunakan untuk memerangi wabah kolera yang mematikan di Suriah, negara yang hancur karena dilanda perang, telah mendarat di Ibu Kota Damaskus. WHO menambahkan beberapa pesawat lain akan segera menyusul.

Direktur WHO di kawasan itu, Ahmed Al Mandhari, menyampaikan hal itu pada Related Press

dalam lawatannya ke Damaskus, dan bahwa pihak yang menangani masalah kesehatan di negara itu sedang melakukan koordinasi dengan badan internasional untuk mengatasi wabah itu.

Pernyataan Al Mandhari itu hanya beberapa hari setelah petugas kesehatan di Suriah melaporkan sedikitnya lima kematian dan 55 kasus kolera terjadi di sejumlah provinsi berbeda. Kondisi tersebut merupakan yang pertama kali terjadi sejak konflik merebak di negara tersebut pada Maret .

Kementerian Kesehatan Suriah dan PBB mengatakan sumber wabah ini diyakini terkait dengan kebiasaan warga yang meminum air yang dari Sungai Efrat, dan menggunakan air yang sudah terkontaminasi untuk mengairi tanaman sehingga membuat makanan juga ikut terkontaminasi.

Kasus kolera dilaporkan terjadi di beberapa provinsi, termasuk di Aleppo di wilayah utara, Latakia di pesisir Laut Tengah, dan Deir el-Zour yang dengan Irak.

Al Mandhari mengatakan WHO sedang bekerja keras memperkuat kewaspadaan untuk mengidentifikasi kasus yang ada dan melakukan perawatan yang tepat, menyatukan siapa yang tertular dan melakukan kontak dengannya.

Wabah tersebut terjadi pada saat sektor kesehatan Suriah lumpuh akibat perang selama 11 tahun yang terakhir memperbaiki ratusan ribu orang, melukai hampir satu juta atau dan membuat warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Al Mandhari mengatakan 55 persen fasilitas layanan kesehatan di Suriah tidak lagi bekerja, dan sekitar 30 persen rumah sakit tidak bekerja karena “tidak tersedianya aliran listrik” yang mendukung pihak rumah sakit menggunakan generator yang tidak “berkelanjutan”. [em/jm]

Comments are closed.